Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Foto: Bobo

Fahombo, Tradisi Sekaligus Olahraga yang Serius di Nias



Berita Baru, Nias — Biasanya, olahraga dilakukan atas kebutuhan bagi kesehatan fisik. Tapi, di Nias, ada satu jenis olahraga yang unik, yakni lompat batu. Pada awalnya, tradisi ini merupakan proses pendewasaan para pemuda di Nias. Dan sekarang, justru dikagumi dan mampu menarik perhatian wisatawan.

Sejarah Lompat Batu

Konon, ada kebiasaan perang suku antar masyarakat Nias. Ketika itu, masing-masing kubu membuat benteng tinggi dalam rangka melindungi wilayahnya. Dibutuhkan keahlian untuk melompati benteng tersebut supaya bisa menembus ruang musuh.

Sejak itulah para pemuda Nias pun berlatih giat agar bisa melompat tinggi. Tetapi, hal itu di kemudian hari berubah menjadi tradisi turun-temurun dan masih dilestarikan sampai sekarang. Tradisi lompat batu juga menjadi salah satu ciri khas di wilayah Nias.

Proses Pendewasaan Anak Laki-Laki

Seorang anak laki-laki di Nias baru bisa dikatakan dewasa jika sudah mampu melompati batu yang tingginya bisa lebih dari 2 meter dengan lebarnya kurang lebih 90 sentimeter. Anak laki-laki di Nias sudah dilatih, bahkan sejak kecil, supaya siap melaksanakan lompat batu.

Saat ritual fahombo dilakukan, para pemuda di Nias akan mengenakan pakaian adat ala pejuang Nias. Pakaian tersebut, secara filsofis menggambaekan kegagahan para pemuda yang sudah siap untuk menjadi laki-laki dewasa dan menghadapi segala tanggungjawab yang akan diembannya.

Tidak Boleh Menyentuh Batu Saat Melompat

Selain melompati batu, ada juga ketentuan dalam tradisi ini. Para pemuda Nias tidak diperbolehkan menyentuh batu saat sedang dilompati. Sebab, jika kulit menyentuh batu, maka mereka dianggap belum berhasil.

Maka dari itu, semua yang terlibat dituntut memiliki teknik jitu untuk mendarat dengan tepat. Jika salah mendarat, tubuh bisa cedera, bahkan luka.

Tradisi yang Serius

Tradisi fahombo ini dijalankan dengan sangat serius oleh suku Nias, lebih-lebih pada masa dahulu. Konon, di atas batu akan ditambahkan rintangan, mulai dari bambu runcing bahkan paku.

Apabila pemuda berhasil melewatinya, tidak jarang keluarga besar akan merayakannya, karena melompati batu membutuhkan usaha yang sangat keras dan latihan yang cukup lama.

Saat ini, tradisi lompat batu menjadi terkenal dan sering mengundang wisatawan untuk datang berkunjung ke Pulau Nias.