Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Dana BST
Ilustrasi: Istimewa

Diduga Potong Dana BST, Oknum Kades Hilisawato Dilaporkan ke Penegak Hukum

Berita Baru, Nisel – Pegiat Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Fortaran Kabupaten Nias selatan (Nisel), Faigiziduhu Laia menyesalkan tindakan oknum Pemerintahan Desa yang diduga diperalat oleh Kepala Desa (Kades) Hilisawato Norododo Buulolo. Kades tersebut diduga telah memotong uang bantuan sosial warganya yang ditarik melalui perangkat desa.

“Sesuai keterangan video yang diperoleh, bahwa khusus penerimaan Bantuan Sosial Tunai (BST) untuk bulan April – Juni yang seharusnya Rp1.800.000 tetapi yang diterima (penerima manfaat_red) hanya Rp1.000.000, sisanya Rp800.000, di setor ke Kepala Dusun I Desa Hilisawato Taha’aro Bu’ulolo,” terang Faigiziduhu, Jumat (23/10).

Sementara untuk tri bulan, lanjut Faigiziduhu, yang seharusnya sebesar Rp900.000 yang diterima hanya Rp600.000.

“Saat dipertanyakan oleh warga kepada Kepala Dusun I atas pemotongan dana BST tersebut, Kepala Dusun I Taha’aro Bu’ulolo menyampaikan,bahwa pemotongan itu ‘untuk pihak Kecamatan dan lebih khusus keamanan’,” tambah Faigizatulo.

Tidak hanya di situ, Kepala Desa Hilisawato juga diduga merekayasa sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang sudah tetdaftar melalui program PKH, BNPT, BLT. Mereka juga dialihkan sebagai penerima BST.

“Seperti anak kandungnya sediri, Sitefanus Buulolo dan Romanus Buulolo. Pada hal masih banyak warga yang pantas menerima manfaat tersebut,” beber Faigizatulo.

LSM Fortaran juga menemukan seorang KPM, bernama Fakhoiziduhu Laia yang akrab d sapa Ama Butet yang diduga sebagai warga Desa Aramo (sesuai alamat KTP), direkayasa sebagai penerima manfaat dana bantuan KPM di Desa Hilisawato.

Atas dugaan pemotngan dana BST tersebut, LSM Fortaran Nisel telah melaporkan kasus ini ke penegak hukum.

“Masyarakat sangat mengharapkan kepada penegak hukum,agar segera ada tindakan yang tegas atas penyalahgunaan dan indikasi korupsi ini,” pungkas Faigizatulo. [Budi Gowasa]